Monday, September 28, 2015

Ketika Aku Masih Mengenalmu - memori ketujuh

Baca Ketika Aku Masih Mengenalmu dengan lengkap.
Update setiap Senin!


.memori ketujuh

Hampir setengah tahun aku melewati jam istirahat dan akhir pekan bersama kalian, tapi sebenarnya sebanyak apa aku tahu tentangmu?

menjelang ulangan umum kenaikan kelas satu, kau dipanggil oleh Pak Ludo ke kantor guru sepulang sekolah. Kau diharuskan untuk menjalani hukuman membersihkan WC selama dua minggu, dua jam sepulang sekolah. Ditya mendapatkan hukuman yang serupa selama empat minggu. Pak Ludo tidak menghiraukan rengekan Ditya yang berkata kalau ia tidak punya waktu untuk hukuman semacam itu ketika ia seharusnya belajar untuk UAS.

Semua adalah karena Ditya menjahili seorang anak kelas satu bernama Topan, dengan menusuk-nusukan jangka ke bagian belakang punggungnya. Ada titik-titik merah karena jangka itu, tapi Topan yang gemuk sebenarnya tidak merasakan kesakitan berarti. Dia malah tidak menyadari apa yang Ditya lakukan, dan hanya bingung kenapa Ditya terus mengekornya. Kau hanya melipat tangan dan terkekeh terhibur di samping, seperti yang biasanya terjadi kalau Ditya sedang mengerjai seseorang.

Monday, September 21, 2015

Ketika Aku Masih Mengenalmu - memori keenam

Baca Ketika Aku Masih Mengenalmu dengan lengkap.
Update setiap Senin!


.memori keenam

Eyang selalu meyakinkan aku kalau jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap intelejensi seseorang. Ia percaya aku bisa lulus kuliah dengan summa cumlaude di kemudian hari. Dia mungkin terkadang lupa, kalau bahkan untuk membayar biaya makan saja kita kesulitan, apalagi membayar uang kuliah. 

Tapi aku tidak mengingatkannya.

Monday, September 14, 2015

Ketika Aku Masih Mengenalmu - memori kelima

Baca Ketika Aku Masih Mengenalmu dengan lengkap.
Update setiap Senin!

.memori kelima

Pada suatu hari Minggu aku janji bertemu denganmu, Aksa, dan Ditya di Peinture. Kau menyebutnya grup studi, dan itu untuk pertama kalinya siapapun di muka bumi melihat kau bersemangat tentang pelajaran. Aku merasa kau sangat imut seperti itu, tapi sampai mati aku takkan mengakuinya.

Yang perlu dipertanyakan adalah keberadaan Ditya dalam grup studi. Dia pemegang nilai tertinggi di angkatannya, jadi jelas dia tidak memerlukan bimbingan belajar. Sebagai anak kelas tiga, ia sedang sibuk menyiapkan berbagai persiapan UAS dan UAN, juga tes masuk ke dalam universitas. Kalau dia berada di grup studi sebagai pengajar tambahan untukmu, aku takkan protes, tapi aku merasa hal semacam itu tidak mungkin diharapkan dari Ditya.

Monday, September 7, 2015

Ketika Aku Masih Mengenalmu - memori keempat

Baca Ketika Aku Masih Mengenalmu dengan lengkap.
Update setiap Senin!
.memori keempat

Kita bertiga sedang duduk bersama di suatu jam istirahat untuk mengejar ketinggalan tugas kelompok Kimia. Karena memberikan nol besar untuk kontribusi, dan aku sempat meledak kesal ketika kau menolak untuk mengerjakan apapun.

“Nggak bisa gitu, dong!” kataku. “Masa gue dan Aksa yang harus kerjain kerjaan bertiga? Terus, lo belajar dari mana?”

Tuesday, September 1, 2015

Ketika Aku Masih Mengenalmu - memori ketiga

Baca Ketika Aku Masih Mengenalmu dengan lengkap.
Update setiap Senin!
.memori ketiga

SMU adalah kerajaan tidak kasat mata dengan kasta yang terbagi dengan kejam. 

Ditya adalah Raja Setan bodoh yang membiarkan rakyatnya malnutrisi (sejalan dengan keadaan OSIS dan event sekolah yang terbengkalai di bawah kepemimpinannya). 

Aksa adalah pendeta keliling yang menyejukkan hati para penderita kusta (tanpa bantuannya aku yakin banyak sekali orang yang gagal pada ulangan Matematika lalu). 

Dan kau, kau adalah pangeran asing yang sedang memperhatikan negara tetanggamu yang hampir hancur (sesuai dengan pandangan sinismu yang secara berkala kau lontarkan untuk membuat orang merasa direndahkan).

Aku hanyalah rakyat jelata yang mendapatkan lebih banyak pekerjaan dan tekanan daripada yang bisa aku tanggung, tapi aku memilih untuk lebih banyak diam. Kecuali ketika ada sesuatu yang benar-benar menginjak harga diriku seperti pada hari terakhir MOS itu, tentunya. Tapi pada umumnya aku menjaga jarak dengan semua orang. Kurasa itu adalah hal yang terbaik.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...