Thursday, July 4, 2013

[Novel Review] Who Could That Be at This Hour? by Lemony Snicket



Title: Who Could That Be at This Hour?
Series: All The Wrong Questions
Writer: Lemony Snicket
Illustrator: Seth
Publisher: Little, Brown and Company
Date: October 2012
ISBN: 978-0-316-12308-2


The adventure began in a fading town. Far from anyone he knew or trusted, a young Lemony Snicket started an apprenticeship for a secret organization shrouded in mystery and secrecy. He asked questions that shouldn't have been on his mind. 

Now he has written an account that should not be published that shouldn't be read. Not even by you. Seriously, we recommend that you do NOT ask your parents for this, the first book in his new ALL THE WRONG QUESTIONS series.

Lemony Snicket, in case you don't already know, grew up to be the author of A Series of Unfortunate Events series.

--------------


Rating:  

Maybe I put too high of an expectation for this new series by Lemony Snicket. I am, as you may have already known, a big fan of the Series of Unfortunate Events

Sunday, June 30, 2013

[Novel Review] Call Me Miss J by Orizuka



Judul: Call Me Miss J.

Pengarang: Orizuka 
Penerbit: Nourabooks
Tanggal Terbit: April 2013
ISBN: 9786027816121

Tujuh alasan kenapa aku benci dipanggil Miss J: 
 7. Nama itu semacam pengingat kalau aku punya masalah penampilan. 
 6. Nama itu dikasih oleh orang yang paling kubenci sejagat raya. 
 5. Nama itu bikin aku ditertawakan seisi kantin. 
 4. Nama itu bikin aku terkenal (tidak dalam artian baik) dan jadi objek mading di sekolah. 
 3. Nama itu membuatku dihukum seminggu. 
 2. Nama itu bikin cowok yang kusukai bilang aku perlu berubah. 
 1. Praktisnya, nama itu bikin MALU. 

 Bisa bayangkan penderitaanku? Aku kan sudah kelas sebelas! Bagaimana aku bisa memulai romansa SMA-ku kalau terus menerus dipanggil Miss J?

--------------------

Rating:  

Jadi, menurut Fenny....

Siapa, sih, cewek yang nggak pernah berusaha berubah untuk cowok yang disukainya?

Well, admit it. Pasti ada bagian tubuh yang tidak kamu sukai, yang ingin kamu ubah, hanya supaya si cowok imut di klub basket yang kamu taksir melirikmu. We've all been there, done that. Tokoh utama Call Me Miss J., Lea, pun sama. Dia mati-matian melawan musuh terbesarnya dalam novel ini, jerawat, untuk mendapatkan perhatian Dimas. Dia juga benci sekali dengan kekurangannya itu karena dia dijadikan bahan tertawaan oleh mean cheerleader type of girl bernama Barbie, yang sekaligus adalah ketua OSIS diktatoris di SMA-nya.



Monday, June 24, 2013

[Novel Review] Chrestomanci #1 - Charmed Life by Diana Wynne Jones




Judul: The Worlds of Chrestomanci - Charmed Life (Eric Chant dan Korek Api Bertuah)

Pengarang: Diana Wynne Jones 
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Yohanna Yuni
Tanggal Terbit: Maret 2009 (original 1977)
ISBN: 9792244360
ISBN13: 9789792244366


Selamat Datang di Dunia-Dunia Chrestomanci, tempat sihir menjadi sesuatu yang seumum matematika - dan dua kali lebih merepotkan jika berada di tangan yang salah!


Semua orang mengatakan Gwendolen Chant adalah penyihir berbakat yang memiliki kekuatan menakjub-kan. Jadi gadis cilik itu tidak merasa heran ketika Chrestomanci mengajaknya tinggal di kastilnya untuk dididik bersama anak-anaknya sendiri. Gwendolen berangkat dengan antusias, yakin bahwa cita-citanya menjadi penyihir besar akan segera tercapai. Tapi adiknya, Eric (biasa dipanggil Cat) tidak begitu bersemangat, karena ia sama sekali tidak berbakat sihir.

Ternyata, hidup bersama Chrestomanci dan keluarganya tidak seperti yang dibayangkan Gwendolen maupun Cat. Bukannya dikembangkan bakat sihirnya, Gwendolen malah tidak diizinkan melakukan sihir sama sekali! Gwendolen berang dan sengaja unjuk kekuatan, sampai-sampai adiknya nyaris tewas gara-gara korek api bertuah!



----------------------------------------

Rating:  

Jadi, menurut Fenny....


Ini bukan pertama kalinya saya membaca buku dari Diana Wynne Jones. Sebelumnya, saya juga membaca buku dari seri yang sama, berjudul The Magicians of Caprona. Saya menyebutkan tentang buku ini dalam post saya yang lalu, dan ya, dalam buku itu, diambil setting di Italia. Tapi dalam Charmed Life, semua kejadiannya terjadi di Inggris.

Saya tidak akan mengomentari banyak tentang sampul dan keseluruhan jenis cetakan buku terjemahan yang saya baca. Bagi saya, untuk kisah yang bisa memikat hingga orang dewasa, segalanya dibuat jadi terlalu kekanak-kanakan. Tagline yang disediakan oleh GPU menyebutkan bawa seri Chrestomanci ini adalah seri yang menginspirasi J.K. Rowling untuk membuat Harry Potter. Kalau dalam The Magicians of Caprona saya tidak melihat koneksi yang terlalu dalam, ini jelas berbeda soal dengan Charmed Life. Saya hampir yakin penggambaran muggle yang takut menyebut nama Voldemort di Harry Potter ada kaitannya dengan Charmed Life. Di Charmed Life, sang Chrestomanci juga akan langsung datang dan merasakan kalau ada orang yang menyebut namanya.


Saturday, June 22, 2013

[Novel Review] Ulysses Moore #1: Pintu Waktu


Judul: Ulysses Moore: Pintu Waktu
Seri: Ulysses Moore #1
Pengarang: Pierdomenico Baccalario
Ilustrator: Iacopo Bruno
Penerbit: Erlangga for Kids
Tanggal Terbit: Edisi Terjemahan September 2006, original 2004
ISBN: 01-42-020-0

Jason dan Julia, sepasang anak kembar berumur 11 tahun, baru saja pindah dari London ke sebuah rumah besar yang ada di pesisir Inggris. Rumah baru mereka dipenuhi dengan terowongan-terowongan yang simpang siur dan perabotan-perabotan aneh dari segala penjuru dunia. Semuanya itu membuat mereka tidak sabar untuk segera menjelajahinya dan mengetahui semua rahasianya. 

Tak lama berada di rumah itu, Jason, Julia, dan teman mereka Rick, menemukan sebuah pintu misterius di balik sebuah lemari tua. Tapi, tidak ada satu pun kunci di rumah itu yang bisa membukanya. Ada apakah sebenarnya di balik pintu tersebut? Dan kenapa sepertinya ada orang lain yang sudah berusaha untuk membukanya tapi tak berhasil? Jason, Julia, dan Rick bertekad untuk memecahkan misteri ini, apa pun risikonya....

--------------------
Jadi, menurut Fenny....


Uh-oh, I know I’m a sucker for this kind of books.

Adventure, magic, and curious children. Makanya, seri-seri favorit saya seringkali berputar pada tema itu. A Series of Unfortunate Events dan The Mysterious Benedict Society contohnya. Yang kali ini saya ingin bahas adalah Ulysses Moore: Pintu Waktu. Sebagai orang yang dangkal, saya menikmati menggenggam hardcover yang bagus dengan ilustrasi-ilustrasi menarik yang menghiasi halaman-halamannya. Cetakan tulisannya pun tidak terlalu kecil hingga saya harus memicingkan mata membaca. Saya tidak perlu pikir panjang untuk langsung membeli (padahal, biasanya untuk buku begini saya lebih senang membaca versi terjemahan Inggris). Ada gambar kunci dan roda-roda gerigi --- nuansa steampunk --- and voila, I’m sold.


Sunday, June 9, 2013

[Cerpen] Putri Awan dan Putra Bintang



Menjulang di sisi Putri Awan, dua jarum rajut berdiri melebihi tinggi tubuh gadis itu. Ia menoleh ke arah kiri, melihat Kaisar Fajar yang belum juga muncul. Bagi Putri Awan, hari ini adalah alasan mengapa ia selalu merajut awan sepanjang hari, sepanjang tahun.

Ia tahu ia masih harus menunggu jam-jam terlewati hingga malam tiba, jadi Putri Awan terduduk lagi di sisi daratan awan. Dengan jarum rajutnya, dia mengambil awan yang terombang-ambing angin, lalu menyambungnya dengan daratan yang ia pijak. Ia takkan berhenti hingga mencapai Kerajaan Rembulan.

Putri Awan mendongak, melihat kerlip cahaya di tengah gelap dini hari. Terang, mati. Terang, mati. Banyak sekali. Seperti dirinya, Putra Bintang juga sedang bekerja, menjaring bintang-bintang. Cahayanya akan ia simpan di dalam botol-botol kaca, yang kemudian digunakan Kerajaan Rembulan untuk bersinar setiap malam.


Monday, May 13, 2013

[TV Series Review] Ryusei no Kizuna


Ryusei no Kizuna


Tanggal Putar: Oct 2008
Pemain Utama: Ninomiya Kazunari, Nishikido Ryo, Toda Erika
Genre: Suspense, Bond, Comedy
Sinopsis (dari TBS):
"When we grow up… We'll kill him together". 

Koichi, Taisuke, and Shizuna are three siblings whose parents had been brutally murdered when they were just in elementary school, and they vowed to avenge their death. Fourteen years later, their vengeful plan unravels countless new facts. A shocking revelation leads to an overwhelmingly emotional ending. What will become of the siblings who have lived their lives solely in reliance of their bond alone?

--------------------

Jadi, menurut Fenny....

Saya suka cerita suspens.

Mungkin ada beberapa dari pembaca blog ini yang pernah baca profil saya di suatu tempat --- dan saya mencantumkan nama Sir Arthur Conan Doyle pada jajaran penulis favorit saya. Jauh sebelum saya mudeng baca Sherlock Holmes, saya berkenalan dengan cerita-cerita misteri dari komik. Tintin, tepatnya. Kakak saya dua-duanya laki-laki, dan mereka berdua suka Tintin. 

Ketika saya baca ulang Tintin untuk entah kesekian kalinya pada saya berumur 20 tahun, saya menyadari ternyata dulu saya baca itu hanya untuk menikmati suspensnya. Anak berumur 7-8 tahun tidak benar-benar mengerti nilai-nilai sosial dan politik tersembunyi di balik kisah Herge itu. Nevertheless, saya benar-benar jatuh cinta dengan cerita detektif-detektifan.

Lalu, saya berkenalan dengan seri Detektif Conan. Saya berhenti baca Conan di volume 40-an, karena merasa bosan. Tapi walau begitu, saya sudah menamatkan berbagai seri Kindaichi --- dari Kindaichi biasa, Kindaichi FILE, Kindaichi CASE. Lalu karena menunggu seri Kindaichi NEW tidak kunjung datang, saya baca karya pengarang yang sama, seri Detective School Q (yang saya tidak suka). 

Yak, setelah ngomong ngalor-ngidul, mungkin bakal ada yang tanya, apa hubungannya sama Ryusei no Kizuna (disingkat RoK mulai dari sini ya)? Kalau bisa dibilang, RoK sebenarnya campuran antara cerita suspens detektif-detektifan , yang diselingi komedi penipu dan pencurian (ala Lupin?). Si tiga anak yang diperankan oleh tiga idola beken ini mencari pembunuh orang tua mereka, diselingi dengan menipu orang untuk uang.

Aktor dan aktris Jepang favorit saya, Nishikido Ryo & Toda Erika, dalam satu drama. *_*

Tuesday, May 7, 2013

Serpihan

" Yang ada di antara kita 

 hanya sentuh, bukan rasa 

 hanya cium, bukan kata-kata 

 hanya saat ini, bukan selamanya. "



-- Lapis Lazuli, Fenny Wong

Sunday, May 5, 2013

[Novel Review] Believe by Morra Quatro


Judul: Believe (Karena Cinta Aku Percaya)
Pengarang: Morra Quatro
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: 2011
ISBN: 979-780-526-3

Sinopsis:
Kalau bagimu merindukanku adalah hal yang berat, harusnya kau mencoba bagaimana caraku merindukanmu. Kau adalah matahari yang menghangatkan pagiku, dan bulan yang menerangi selama tidur malamku. Tak bosan aku merapalmu dalam doa-doaku, berusaha mengetuk hati Tuhan supaya berbaik hati mengirimkanmu untukku. 

Tak perlulah kamu tahu berapa banyak air mata yang membasahi bantal saat khayalku terbawa dalam kenangan tentangmu. Dan, aku pun tak ingin kamu ikut sedih ketika tahu betapa dinginnya hari-hari tanpa senyummu.... 

Jadi, beri tahu aku, kapan kau akan kembali?Atau, haruskah aku lagi-lagi mengganggu Tuhan sampai Dia mengabulkan permintaanku?

--------------------------

Jadi, menurut Fenny....

Saya beli buku ini tanpa banyak ba-bi-bu. Setelah saya jatuh cinta dengan Forgiven (buktinya bisa dilihat dari review berapi-api saya di review Forgiven yang lalu), saya langsung ingin baca novel Morra yang kedua ini.

Believe lebih sederhana, lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Si laki-laki bernama Langit, berasal dari keluarga yang kental nilai agamanya. Si perempuan bernama Layla --- sering dipanggil Biru oleh kekasihnya, karena langit berwarna biru --- adalah anak dari profesor Statistika. Walaupun Langit bercita-cita menjadi sutradara, tapi keluarganya mengirimnya ke Kairo untuk belajar Islam. Maka, Langit dan Biru pun terpisah jarak. Mereka menilik orang-orang di sekeliling mereka, memetik inti sari kehidupan, dan belajar tentang arti cinta yang sebenarnya.

Thursday, May 2, 2013

Excited

Was careless and left this in Bandung last December....
But Dad is coming and bringing this with him!


Excited, excited!

Tuesday, April 23, 2013

[Novel Review] Blue Romance by Sheva




Judul: Blue Romance: Setiap Kisah Punya Kopinya Sendiri
Pengarang: Sheva
Penerbit: Plotpoint
Seri: Omnibook Series
Tanggal Terbit: September 2012
ISBN: 978-602-9481-16-7

Selamat datang di Blue Romance, sebuah coffee shop yang buka setiap hari, dan mungkin kau lewati hari ini.

Blue Romance menyediakan kopi ternikmat dan sahabat saat kau dituntut untuk terus terjaga. Blue Romance juga punya banyak cerita. Ada kisah jatuh cinta dan patah hati, perpisahan dan pertemuan kembali. Kisah-kisah ini berbalut kafein dan aroma kopi, berderai tawa dan tangis, di sela desis coffee maker.

Seperti Latte, Affogato, Americano, dan Espresso, setiap kisah punya kopinya sendiri.

Kisah mana yang cocok dengan kopimu?

-----------------------------

Jadi, menurut Fenny...

Sebenarnya saya beli Blue Romance bukan karena alasan-alasan tipikal. Bukan karena kavernya yang terlihat seperti hand-drawn art yang saya suka. Bukan juga karena sinopsisnya yang 'mengundang'. Dan sejauh ini, review di lapak Goodreads-nya pun oke-oke.

Baik. Saya ngaku. Saya beli Blue Romance demi research untuk naskah saya yang baru.

Saya nggak tahu kenapa, tapi suatu hari kira-kira dua minggu yang lalu, saya merasa kayak ada petir yang nyamber, dan tiba-tiba saja saya duduk dan menulis sebanyak 6.500 kata dalam sehari. Saya tahu, sih, seharusnya saya lanjutin Atelier dulu. Tapi, saya nggak bisa nampung semua ide yang overwhelming itu dalam otak saya. 

Hubungannya sama Blue Romance? Ya, naskah kesamber petir saya ini (yang kini sudah 18.000-an kata) bertemakan kafe dan kopi.


Tuesday, April 16, 2013

[Novel Review] Forgiven by Morra Quatro


Judul: Forgiven
Pengarang: Morra Quatro
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: November 2010
ISBN: 9797804321

DIALAH YANG PERTAMA.
 Maniak Fisika. Pengagum Albert Einstein. Setia kawan. Si iseng dan suka usil, kalau sisi kekanak-kanakannya sedang kumat. Karla bisa menyebutkan sederet lagi hal unik tentang Will. Betapa tidak, selama bertahun-tahun, laki-laki itu adalah sahabat terbaiknya. Dan bagi Will, dia adalah tempat berbagi rahasia dan mimpi-mimpi yang tak sembarang orang tahu. Namun, siapa sangka, ternyata itu tak cukup untuk membuatnya merasa mengenal laki-laki itu.

 DIALAH SATU-SATUNYA. Takada yang bisa menggantikan Will. Ke mana pun dia pergi, dengan siapa pun diaakrab, Will tetap yang paling spesial. Seperti bintang Polaris yang selalu berada di utara Bumi, demikianlah keberadaan Will di hati Karla. Selamanya.

 DIA, YANG TAK TERLUPAKAN. Kepergian Will tak ubahnya bagaikan El Nino—memporakporandakan hati Karla habis-habisan.Jarak membuat rindu Karla merajalela. Dia kehilangan bagian terbaik dalam hidupnya. Tapi perasaan kehilangan itu tak seberapa dibanding rasa kaget saat mendengar berita buruk tentang Will. Karla mendengarkan suara hatinya sekali ini—dia tak akan membiarkan Will menghadapi semua itu seorang diri....

 FORGIVEN, sebuah kisah tentang lelaki pemuja Champagne Supernova dan perempuan yang selalu menanti bintang itu.

---------------------------------------------
Jadi, menurut Fenny....

Sebenarnya saya menyelesaikan novel ini sekitar satu atau dua minggu yang lalu, tapi baru sempat menulis review lengkapnya sekarang. Beberapa bulan ini saya memang kurang aktif di blog, karena --- seperti yang bisa ditebak --- kuliah sudah mulai lagi sejak Januari lalu. Jadi saya memilih vakum untuk nulis review-review, kecuali buku seperti Forgiven ini. Ada efek pasca membaca yang cukup besar pada diri saya, yang mendorong saya untuk menceritakan kesan saya terhadap novel ini.



Fisika. Itu adalah tema utama Forgiven. Saya bukan anak sains --- saya lebih suka ilmu sosial dan bahasa. Angka membuat saya sakit kepala, dan kekuatan saya memang terletak pada hapalan. Tapi saya tidak merasa terganggu dengan tema ini, karena Morra menyajikannya tanpa kesan menggurui. Narasinya cerdas, seringkali melankolis, selalu mengalir. Saya cukup terkesan dengan prolog pembukanya yang memberi kesan BHAM! in your face. 


Monday, February 18, 2013

Sneak Preview: Atelier

What I'm writing right now, for the sake of justifying my disappearance. Please do forgive, and tell me what you think. :)

Love, Fenny.


-----------------------------

Atelier
jahitan benang masa lalu

Satu
Teh Tawar Panas

Impian banyak gadis kecil adalah memakai gaun indah dan dipinang pangeran tampan. Impian Delta adalah menjadi ibu peri mereka.
Hanya dengan sentuhan, Delta bisa membedakan antara sutra campuran dan sutra murni. Ketika memotong kain, salah satu pisau guntingnya akan menyentuh meja, menjaga kestabilan dan keseimbangan. Berkali-kali ia akan memasang karya yang ia buat ke manekin, lalu mengambil beberapa langkah mundur. Apa jatuhnya sudah sempurna? Bagian mana yang kira-kira perlu perbaikan?
Kebanyakan waktu ia akan menggeleng dan mendesah. Ketika gestur itu terlihat, para karyawan dan tukang jahitnya pun ikut lemas. Delta akan melepas gaun itu dan memulai lagi dari awal.
Tidak mudah memuaskan seorang Delta. Bekerja di Atelier Delta memerlukan dedikasi. Anehnya, tidak perlu paksaan agar orang-orang memberikan semua ketekunan itu. Semua orang yang pernah mencoba menjahit sesuatu akan mengerti. Tidak peduli berapa lama, jika ketika manik terakhir dijahit gaun itu memukau, maka segalanya akan terbayar.

***

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...