Monday, October 29, 2012

Novel Review: Refrain by Winna Efendi



Judul: Refrain - Saat Cinta Selalu Pulang
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: Maret 2011
ISBN: 979-780-472-0

Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya. 

Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka. Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. 

Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai. Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri. 

-------------------------------------------------------

Jadi, menurut Fenny...

Seusai membaca Remember When, saya menilik Refrain dari Winna Efendi. Selama ini saya menulis review, jarang saya mengungkit tentang sampul. Tapi sampul Refrain memang benar-benar berbeda dari yang lain. Rasanya saya belum pernah melihat design yang semacam ini. Di dalam amplop biru yang ditempel di bagian depan sampul, diselipkan sebuah kertas bertuliskan 'It's always been you....'

Refrain mengisahkan tentang persahabatan antara Niki (perempuan, singkatan dari Nikola) dan Nata (laki-laki, singkatan dari Nathaniel). Datang juga si murid pindahan, Annalise, anak dari model kondang internasional. Biasanya, kedatangan murid pindahan semacam ini akan berujung dengan cinta segitiga, lalu dengan Annalise yang digambarkan bitchy dan hanya bisa merebut Nata. Tapi tidak di Refrain. Kisah ini lebih subtil, lembut, romantis. Annalise digambarkan sebagai gadis kesepian yang merindukan sosok Ibu, dan baru pertama kali mengenal persahabatan. Ia sabar, dan malah mendukung hubungan antara Nata dan Niki. Dia bukan antagonis dalam cerita ini.

Cerita bergulir karena Niki yang puber dan masuk SMA mulai mengalami yang dinamakan cinta pertama. Juga Nata, yang entah sejak kapan merasa ada yang berbeda dari sosok Niki yang sudah lama dikenalnya. Mereka bilang, perempuan dan laki-laki tidak mungkin bisa bersahabat tanpa sesuatu yang lebih. Ini adalah cerita tentang itu, juga cerita tentang hidup SMA. Dari pertama di MOS hingga prom. Diwarnai segala macam tingkah anak SMA dan pahit-manisnya. 


Wednesday, October 24, 2012

Cerpen: Neige Hiver

Ditulis untuk Lomba Cerpen Bulanan grup Kastil Fantasi di Goodreads. :) Ayo, yang suka nulis ikutan, lumayan setiap bulan kalau menang bisa dapat novel pilihan.

Untuk baca-baca cerpen buatan saya untuk lomba yang sama dibulan-bulan lalu:
September 2012 - Blanche Adnet
Oktober 2012 - Simfoni Dewata [Pemenang Cerbul Oktober]

Cerpen ini terinspirasi dari nuansa penuh salju novel-novel Prisca Primasari. My credit to you. :) 

-------------------------------------------





Setidaknya hingga sepuluh tahun yang lalu, Cuzion adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali. 

Jenis kejunya yang beragam dan wine-nya yang lezat menjadikannya rumah ideal untuk semua kalangan. Manusia ada di antara penduduknya, namun kebanyakan adalah keturunan peri dan faun. Ada juga keluarga griffin yang pindah dari Crete kemudian menjadi petugas kota yang menjaga Cuzion. Kesejahteraan yang didapatkan griffin mengundang imigran-imigran lain. Dalam waktu yang singkat, tempat itu pun menjadi ramai.

Kenyamanan itu membuat Cuzion menjadi salah satu tempat paling terkenal di daratan Perancis. Hingga suatu hari, dikabarkan pertengkaran si empat musim bersaudara, Semi, Panas, Gugur, dan Dingin. Imbasnya adalah kematian mereka sendiri. Penerus dari Panas — yang juga bernama Panas — larut dalam kesedihan yang dalam ketika ia menjadi yatim-piatu.

“Pergilah ke Cuzion,” kata kunang-kunang, teman Panas ketika ia mengembara ke daratan Spanyol. “Mereka memiliki kir, arak putih dengan rasa yang bisa kaupilih: violet, rasberi, atau mawar. Mereka memiliki pemandangan yang luar biasa, dengan crepe-crepe lezat. Mereka bahkan memiliki banyak gadis phoenix cantik! Kau tahu bagaimana mereka menyemburkan api. Indah sekali.”

Percaya akan nasehat sahabatnya, Panas pindah ke Cuzion, membawa segala yang ia miliki. Hari-hari tidak membaik untuknya. Tapi ia tidak sadar malapetaka menghampirinya. Salju begitu berduka atas kematian kekasihnya, Dingin. Di tengah-tengah dukanya ia melelehkan air mata es, yang kemudian melahirkan anak darinya dan Dingin. Tetesan bekunya jatuh dari langit, mendarat di tengah-tengah Cuzion. Bentuknya seperti kristal yang besar dan indah. Cahaya matahari membias di permukaannya, memberikan efek pelangi yang menakjubkan.

Tapi pujian-pujian ‘c’est magnifique!’ itu tidak berlangsung lama. Kristal itu retak, dan lahirlah anak dari Dingin. 

Panas terpana ketika ia melihatnya. Panas memiliki rupa yang sama dengan ayahnya. Atau tepatnya, tidak memiliki rupa. Mereka adalah sinar yang berterbangan, namun untuk memudahkan kehidupan sehari-hari, mereka bisa merupa. Menjadi apa saja yang mereka mau. Kadang Panas menjadi phoenix tampan, atau chimera gagah ketika ia sedang merasa galak. Tapi kebanyakan, Panas memilih menjadi manusia. Muda dan tegap, dengan rambut menyala kemerahan.

Jelas sekali untuk Panas, anak dari Dingin tidak sama dengan dirinya. Atau dengan Dingin sendiri. Anaknya tidak bisa merupa menjadi apa yang diinginkan. Kalau ia bisa, mengapa ia memilih menjadi naga betina kecil yang buruk rupa?


Tuesday, October 23, 2012

Novel Review: Eclair by Prisca Primasari



Judul: Eclair: Pagi Terakhir di Rusia
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: Maret 2011
ISBN: 979-780-472-0

Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh-selamanya. 

 Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan. 

 Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?

-----------------------------------------------------

Jadi, menurut Fenny...

Setelah membaca karya Prisca dan mereview Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa, saya langsung memesan Eclair lewat toko buku online. Lihat dari sinopsis sekilas, saya langsung mengecap rasa-rasa Rusia dan Perancis. Ketika saya mulai membaca, saya kemudian tahu kisah ini tidak hanya bernaung di St. Petersburg, Moskow, atau Paris, tapi juga Surabaya hingga New York.

Ceritanya adalah tentang bagaimana kejadian dua tahun lalu memporakporandakan persahabatan di antara empat pemuda dan satu gadis. Bukan, bukan karena masalah cinta. Ada kecelakaan besar yang berujung pada kehilangan, berimbas pada keretakkan hubungan saudara dan persahabatan. Lucu sekali bagaimana sesuatu yang tadinya begitu membahagiakan bisa hancur luluh lantak dalam sekejap.

Well, maybe that reminds us on how nothing lasts forever.





Si gadis, Katya, berusaha mempertemukan lagi sahabat-sahabatnya. Rujuk kembali agar hari pernikahan yang disongsongnya dua minggu kemudian dapat diimbuhi bahagia yang tulus. Dan itu tidak bisa terjadi jika mereka terus membenci, kabur, dan mengurung diri. Ini adalah titik di mana mereka harus berkata masa lalu adalah masa lalu --- masa kini akan menyongsong mau tidak mau.


Sunday, October 21, 2012

Lapis Lazuli by Fenny Wong Giveaway!

Setelah kuis Lapis Lazuli di twitter berakhir, kali ini saya ingin bagi-bagi 1 eksemplar lagi Lapis Lazuli [autographed version] lewat blog.

Ketentuan:
1. Pengiriman buku hanya ditujukan untuk yang berdomisili di Indonesia.
2. Keputusan pemenang tidak bisa diganggu gugat.
3. Pemenang akan diumumkan pada 18 November 2012 pukul 09.00 pagi di blog ini. Pemenang akan dihubungi untuk dimintai alamat pengiriman hadiah. Ongkos pengiriman akan saya tanggung.
4. Jika pemenang tidak mengabari balik dalam waktu 1x24 jam maka pemenang baru akan dipilih.


a Rafflecopter giveaway

Cara mengisi Rafflecopter:
1. Semua persyaratan di rafflecopter bawah tidak ada yang bersifat wajib. Tapi jika kamu mengikuti semua persyaratannya, kesempatan kamu menang akan semakin besar. Kesempatan akan dihitung berdasarkan poin yang tertera (misalkan, meninggalkan comment hanya akan mendapat 1 poin, tapi mengeblog akan mendapatkan 5 poin)
2. Untuk syarat menge-tweet, bisa dilakukan sekali setiap hari. Untuk setiap tweet akan mendapatkan 1 poin. Karena giveaway ini berlangsung 28 hari, kamu bisa mendapatkan 28 poin hanya dari menge-tweet setiap hari.
3. Untuk opsi blog about it, postingan blog harus menyertakan salah satu dari gambar di bawah ini. Kamu bisa menyertai gambarnya dan memberi link-nya ke blog ini, bisa juga menaruh gambar-gambar ini di sidebar blog kamu. Caranya tinggal copy and paste kode yang tertera di bawah gambar yang kamu mau. Lihat post ini selengkapnya untuk melihat pilihan gambar + kodenya. :)


Hanami + Fleur Giveaway Winner




Untuk 1 eksemplar Fleur jatuh pada....

 Heni Kunur Wanti untuk tweet https://twitter.com/henikunur_wanti/status/254181506883399681

Untuk 1 eksemplar Hanami jatuh pada....

Sulis Langsing untuk tweet https://twitter.com/peri_hutan/status/250880577983631360

Pemenang akan dikirimi e-mail dalam hari ini.

Yang belum beruntung, jangan kecewa, ya! Giveaway Lapis Lazuli di twitter baru akan ditutup besok. Kalau ketinggalan, bisa mengikuti giveaway Lapis Lazuli pada post berikutnya, berlangsung hingga 17 November 2012. :)

Friday, October 19, 2012

Hanami on Instagram

areyousugar

liviasuparno

gagasmedia

rarasyahutama


Care to share your Hanami on Instagram?

Novel Review: Remember When by Winna Efendi


Judul: Remember When
Judul Orisinil: Kenangan Abu-Abu
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: 2011
ISBN: 979-780-487-9

Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya. 

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas? 

Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru? 

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna? 

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.


-------------------------------------------------------------------

Jadi, menurut Fenny...

Remember When adalah kisah tentang empat sahabat, dua pasangan. Gia si bunga sekolah yang berpacaran dengan Adrian ketua tim basket. Moses si ketua OSIS yang berpacaran dengan Freya yang juara umum. Lalu perasaan berubah, waktu berlalu, dan konflik terjadi. Menguji apakah cinta memang lebih penting daripada persahabatan.

Kisahnya sangat SMU. Walaupun mungkin dari alinea di atas karakter-karakternya terdengar kelewat sempurna, tapi dijabarkannya tidak seperti itu. Di masing-masing karakter punya kelebihan-kekurangan mereka sendiri. Dan Winna menjalinnya dengan baik, membuat mereka menjadi believeable, walau karakter favorit saya sendiri adalah Erik, teman baik Freya. Nyeleneh dan apa adanya, rasanya fresh melihat Erik, walau porsi cerita dia tidak banyak.




Sebagai budding writer, saya mengagumi cara pengambilan sudut pandang yang Winna gunakan. Dia berpindah dari sudut pandang Gia, Freya, Adrian, Moses, dan Erik. Tapi saya tidak bingung ketika dia melakukannya. Setiap dia berganti sudut pandang, gaya penulisannya pun berubah. Agak membanyol dan lucu ketika dia menjadi Adrian, gaul dengan gue-lo. Lalu tenang dan understated ketika menjadi Freya. Manja ketika menjadi Gia. Serius dan halus ketika menjadi Moses. Sejauh ini belum ada novel lokal yang berhasil menggunakan sudut pandang seperti ini tapi tidak membingungkan saya. Jadi, ini adalah poin plus.

Ada hal-hal (ralat, tepatnya banyak hal-hal) yang mengingatkan saya pada masa-masa SMU saya sendiri. Ketika rasanya cinta dan persahabatan adalah pusat di mana dunia berputar. Ketika rasanya satu hal kecil yang dilakukan si dia berarti begitu banyak, dan perasaan meluap-luap hingga butuh seseorang untuk dijadikan tempat curhat. Ada juga momen Adrian-Freya yang duduk di lapangan basket menatap langit sore. Saya sendiri ingat melakukannya, dan adegan semacam itu membuat saya kangen. Rindu. 

Thursday, October 18, 2012

Lapis Lazuli Giveaway [Twitter]



Hai semua! GIVEAWAY TIME!

Saya mau bagi-bagi satu eksemplar Lapis Lazuli + TTD di twitter.

Syaratnya bisa cek di favorites atau baca di bawah ini:

1. Ganti profile picture twitter kamu pakai kaver #LapisLazuli selama quiz berlangsung. (dari 18 Okt hingga 22 Okt)

2. Tweet promosi dengan hastag #LapisLazuli dan mention @fennywong. Beda2 ya tweetnya, dan boleh hingga max. 5kali perhari :D

3. Quiz berlangsung hingga Senin 22 Okt 23:59. Pemenang akan dipilih acak, diumumkan besoknya, dan dihubungi untuk diminta alamatnya.

4. Pesertanya harus follow @fennywong ya, kalau nggak follow diskualifikasi ^^

Jika tidak ada balasan dari pemenang dalam waktu 1x24 jam maka pemenang lain akan dipilih. 

Monday, October 15, 2012

Lapis Lazuli Trivia: Models Parade



Sebelumnya, izinkan update sinopsis belakang buku untuk Lapis Lazuli:

Pertempuran antara kedua kerajaan yang telah lama berseteru tak terelakkan. Sang putra mahkota, Aran, harus membuktikan bahwa ia memang layak menggantikan posisi ayahandanya. Menjadi raja di Gondvana. Namun, sebelum semua takhta dan kekuasaan beralih padanya, pertempuran dengan Luraxia menjadi ajang pembuktiannya.

Hal yang tabu bagi kerajaan, apabila mengetahui putra mahkotanya menaruh hati pada seorang putri dari kerajaan yang telah lama menjadi rival. Cobaan terberat dirasakan Lethia, ketika ia harus membohongi diri bahwa ia sebenarnya mencintai Aran.

Pertempuran demi pertempuran antara kedua kerajaan, memaksa Aran dan Lethia harus berpisah selama dua tahun. Tak lama, Aran yang mendapatkan kabar bahwa Lethia, wanita yang ia cintai mati karena bunuh diri. Hal ini semakin menambah parah sakit yang ia derita karena terluka saat berada di medan laga.

Kepercayaan Lethia kepada Aran, dan intuisi Aran akan keberadaan kekasihnya itu membawa hal yang tak akan pernah dibayangkan oleh orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Apa kau bersedia menungguku? Walau pada hari aku menjemputmu, tidak ada yang bisa aku persembahkan padamu?

Tiada takhta, tiada harta, hanya cinta dariku.





Trivia time! (baca: iseng)

Mungkin kebanyakan sudah tahu saya menjalani kuliah di bidang fashion design. Terkadang, ketika menulis cerita-cerita tertentu, saya membayangkan model-model favorit saya ketika sedang menulis. Tidak selalu, sih, hanya kalau settingnya memungkinkan saja. Kalau seperti ketika nulis Hanami, kebanyakan yang terbayang adalah artis-artis J-Pop, hehehe.

Jadi, seperti yang pernah saya sebutkan juga di post lainnya yang sejenis, bagi yang tidak suka melihat gambar-gambar yang bakal merusak imajinasi citraan tokoh dalam otak sendiri, mendingan jangan dibaca lebih lanjut postnya ya. :D


Sunday, October 14, 2012

Novel Review: Sweet Nothings by Sefryana Khairil




Judul: Sweet Nothings
Penulis: Sefryana Khairil
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: 2012
ISBN: 979-780-533-6
ISBN13: 978-979-780-533-3
Website: http://sefryanakhairil.net

Aku menyukaimu. Aku membencimu. Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu.

Tapi kau seperti air, mengalir begitu saja di dalam hidupku. Dan sebentar saja, kau sudah jadi bagian yang tak bisa kusisihkan dari hari-hariku.

Sebagian dariku tak siap tunduk begitu saja di bawah pesonamu. Dan niatmu menyaru bersama senyuman dan tenang sikapmu.
Kau membiarkan aku menebak-nebak ke mana kau akan membawa hubungan ini. Aku bertanya-tanya—dan tak bisa berhenti menyipit curiga ke arahmu.

Sampai suatu saat, kau membuka rahasia hatimu.

Kau ingin menggantikannya—dia yang sudah meninggalkanku. Kau bilang lagi, bisa mencintaiku seperti yang aku mau.
Aku mendengus, menahan diri supaya tidak tertawa. Betapa tidak, kau baru saja mengatakan hal yang tak masuk akal.

Cintalah yang melukaiku dulu. Bagaimana mungkin kau bisa meyakinkanku bahwa kali ini cinta jugalah yang akan menyelamatkanku dari kesepian ini?

-------------------------------------------------------------------

Jadi, menurut Fenny...

Sejujurnya di halaman-halaman awal, saya mengira cerita ini akan dibawa pada intrik-intrik bisnis patisserie, diselingi kisah roman. Sweet Nothings menceritakan tentang Saskia, pemilik toko Sweet Sugar, yang juga adalah janda beranak dua. Ia trauma menjalin cinta karena hubungannya yang dulu gagal. Namun segalanya berubah setelah kedatangan Harsa, chef pastry yang mulai mengisi kekosongan pekerjaan di Sweet Nothing. Harsa tertarik pada Saskia, begitu pula sebaliknya, walaupun Saskia mati-matian menolaknya.

Saya disambut dengan layout yang sangat menarik, pembuka bab yang ciamik, khas Gagasmedia. Saya selalu kagum dengan tata bukunya, juga dengan kualitas kertas dan cetakannya. Sampulnya saya tidak perlu berkomentar lagi, kali ya? Nah, kalau di Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa judul babnya dihiasi kata-kata berbahasa Perancis, di Sweet Nothings dihiasi dengan potongan-potongan lirik lagu. Sweet Nothings juga dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing bagian diawali dengan deskripsi tahap membuat kue. Unik!




Yang membuat saya terkejut adalah umur dari karakter-karakternya. Saya mengira banter-banter umur mereka akhir 20-an, tapi ternyata Saskia berumur 38. Malah sudah beranak dua. Ini nantinya dijadikan plot device, dan menurut saya ide ini bagus dan tidak klise. Tokoh utama nggak perlu melulu cewek-cewek muda yang cantik, kan? Tokoh Harsa menarik, walaupun seringkali ketika dia nyengir percaya diri saya pingin nonjok dia di muka saking gemasnya.

Satu hal yang saya sayangkan dari kisah ini. Seperti yang saya katakan di atas, saya mengira cerita ini akan dibawa pada intrik-intrik bisnis patisserie Sweet Sugar. Ternyata yang 'kental kue' hanya cerita di bagian awal saja. Setelah hubungan Saskia dan Harsa berkembang, rasanya cerita dibawa lebih fokus pada insecurities mereka, cinta mereka. Di satu sisi, pengembangan ini baik, tapi di sisi lain, pengembangan ini membuat saya kecewa. Mungkin hanya saya saja, tapi saya berharap bisa membaca lebih banyak tentang dunia kue dari buku ini, bukan hanya di depan saja. Bahkan, saya juga berharap konfliknya bisa seputar tentang kue. Tadinya saya mengira bakal ada rivalries di antara toko Saskia, Sweet Nothings, dan hotel berbintang milik ayah Harsa.

Saturday, October 13, 2012

Novel Review: Botchan by Natsume Soseki



Judul: Botchan
Penulis: Natsume Soseki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: Februari 2009 (Versi Jepang pertama terbit tahun 1906)
ISBN: 9792244174 
ISBN139789792244175

Seperti cerita The Adventures of Huckleberry Finn, Botchan mengisahkan pemberontakan seorang guru muda terhadap "sistem" di sebuah sekolah desa. Sifat Botchan yang selalu terus terang dan tidak mau berpura-pura sering kali membuat ia mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. 

Cerita yang dituturkan secara humoris ini sangat populer di kalangan tua dan muda di Jepang, dan barangkali merupakan novel klasik yang paling banyak dibaca di Jepang modern.

-------------------------------------------------------------------

Jadi, menurut Fenny...

Dalam mindset saya, ada sebuah generalisasi tentang novel-novel Jepang. Mungkin karena literatur Jepang yang pertama kali saya baca adalah Norwegian Wood oleh Haruki Murakami, lalu yang kedua adalah Snakes and Earrings-nya Hitomi Kanehara.... Saya jadi agak parno dan merasa setiap novel Jepang itu sinonim dengan 'depressing' atau malah... 'disturbing' (saking pusingnya saya tidak sanggup beresin Snakes and Earrings).

 Nah, karena itulah, ketika saya melihat sampul belakang Botchan dan mendapati ternyata cerita ini 'humoris', saya langsung tertarik. Membaca halaman-halaman awalnya, cerita dimulai lambat. Pembangunan setting dan karakternya sangat baik. Rasanya pertama kali membaca tokoh utama seperti Botchan ini. Dia tidak sabaran, ceroboh, dan tergesa-gesa. Dia sering terlibat masalah karena kenakalannya, dan tidak disayangi oleh kedua orang tuanya karenanya. Sebagai gantinya, pelayan wanita tua yang menjaganya sangat menyayanginya. Dari sanalah judul novel ini diambil --- Botchan berarti 'tuan muda' dalam Bahasa Jepang. Sepanjang kisah ini diceritakan, tidak pernah disebutkan nama asli sang tokoh utama.




Settingnya sendiri baru pertama kali saya dapatkan. Desa kecil di pedalaman, yang penduduknya mengenal satu sama lain. Apapun yang berusaha kausimpan untuk dirimu sendiri tidak akan bisa tertutup di tempat sekecil itu. Di sana, Botchan bekerja sebagai guru matematika: pekerjaan yang juga diterimanya secara tergesa-gesa, dan akhirnya akan disesalinya. Masalah demi masalah datang, padahal jam mengajar Botchan masih sangat sedikit. 

Ia pun menyadari bagaimana bobroknya moral anak-anak yang diajarnya. Ia merasa sangat kesal dengan kepengecutan anak-anak nakal yang tidak berani mengakui kesalahan mereka. Sebuah kutipan yang mengena:

"Penampilan dan tingkah lakuku mungkin memang tidak terpoles dan cara bicaraku tidak elegan, tapi aku yakin dalam hati, aku manusia yang lebih baik daripada mereka."

Kutipan ini membuat saya terenyuh. Terkadang kita sering menghakimi seseorang dari tingkah laku dan penampilan, padahal nilai moral yang terkandung dalam setiap individu tidak dapat diukur dari hanya sekedar itu. Bahkan edukasi tinggi dan uang yang banyak pun tidak bisa menjamin moral yang tinggi. Menurut saya ini adalah salah satu yang paling ingin ditekankan Soseki dari Botchan. 


Wednesday, October 10, 2012

Hanami: Book Trailer



Kindly help me share this on your Facebook and Twitter page! :)
Link: http://www.youtube.com/watch?v=CM9lZdiRISg

Check information on buying Hanami online from here.

Tuesday, October 9, 2012

Novel Review: Lukisan Keempat




Judul: Lukisan Keempat (Seri Amore)
Penulis: Rina Suryakusuma
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: Februari 2010
ISBN: 9789792254570

Sebagai pramugari maskapai penerbangan internasional Corissa Airlines, tidak seorang pun mengira Natasya Petra Rahadian memiliki tiga fase kehidupan yang membuat gadis itu terluka karena cinta.

Dimulai dari ayahnya yang meninggalkan Natasya bersama ibu dan adiknya. Kekasih masa kuliah yang menduakannya dengan sahabat karibnya sendiri. Dan terakhir, pilot yang dekat dengan dirinya ketika menjalani pelatihan berselingkuh dengan teman sekamarnya.
Natasya bersumpah takkan jatuh cinta lagi. Sampai ia bertemu Craig Hayden, penumpang Corissa Airlines yang menyebalkan. Sementara Craig sudah tertarik pada Natasya yang begitu menawan hati saat kali pertama ia memandangnya.

Entah bagaimana Craig tahu, Nat memendam luka dalam hidupnya. Ia bertekad akan menyingkap kabut tersebut, memberi Natasya siraman kasih sayang, dan mengembalikan kepercayaannya kepada cinta.

Mampukah Craig membuktikan bahwa ia layak masuk dalam kehidupan Natasya? Bisakah Craig mewujudkan tekadnya untuk menjadi bagian dari lukisan hidup Natasya yang keempat, sekaligus yang terakhir?

-------------------------------------------------------------------

Jadi, menurut Fenny...

"Setelah kamu dewasa, Natasya, hitam tidak selalu hitam. Dan putih tidak selalu putih. Ada garis abu-abu di antara keduanya."

Ini adalah karya kedua dari Rina yang saya baca. Karena buku ini relatif tipis, bisa saya selesaikan dalam satu kali membaca.

Novel Amore ini banyak mengupas tentang pekerjaan sebagai pramugari. Walaupun pekerjaan ini terlihat bergengsi, dengan gaji tinggi dan kesempatan keliling dunia, tapi ternyata juga mengemban resiko yang besar. Ketika penumpang pesawat panik karena pesawat yang mengalami turbulensi, pramugari harus menenangkan mereka walaupun sama-sama panik. Dan pada pendaratan-pendaratan darurat, pramugari dan kru pesawat adalah orang-orang terakhir yang menyelamatkan diri, setelah yakin tidak ada penumpang yang belum diselamatkan.

Saya sempat menonton J-dorama berjudul Attention Please. Sama-sama mengupas tentang pramugari, tapi bedanya Attention Please lebih panjang, lebih terdramatisasi, dan lebih fokus pada lika-liku training pramugari. Walau tidak selengkap drama tersebut, saya merasa penjabaran yang diberikan di Lukisan Keempat telah cukup baik dan menarik. Dan memang karena novel ini novel Amore, sudah selayaknya membahas tentang cinta.

Cinta yang disajikan di sini ada dua macam: cinta pada keluarga dan cinta pada kekasih. Keduanya saling bertautan dan menyelesaikan untaian satu dengan yang lain. Sesuai judul, pembaca dituntun untuk menilik kehidupan Natasya, dan dibawa untuk mengerti mengapa Natasya tidak menginginkan komitmen. Sebagai pembaca, saya bisa relate dan mengerti mengapa Natasya ogah komitmen, mengingat kelakuan ayahnya yang tidak adil padanya. 

Ada beberapa hal dalam novel ini, however, yang mengganjal. Contohnya adalah ketika Natasya mendarat di Paris dalam tugas kerjanya. Disebutkan ia mendapatkan cuti terikat tiga hari, di mana ia bisa melakukan apa saja. Dengan syarat, selama tiga hari itu ia harus berada dalam negara terakhir ia mendarat (yaitu, I assume, Perancis) dan harus muncul pada bandara ketika ia harus berangkat lagi.

Monday, October 8, 2012

Lapis Lazuli Update: Full Cover and Quotes


Full cover of the upcoming Lapis Lazuli!
Available this October!
Download halaman-halaman awalnya di http://t.co/VqnQrZxo

-----------------------

"Putri mana, pangeran mana... yang tidak terkurung? Kau dalam kastilmu, aku dalam tanggung jawabku. Nafsuku. Dendamku."

"Jika mawar itu berduri, tusuklah hingga merah darahku, agar aku terbangun pada kenyataan tanpa dirimu."

"Perang adalah tugasku, takhta adalah kewajibanku. Namun suatu saat badai akan berlalu. Kerajaanmu dan kerajaanku adalah satu."

"Kemudian mereka akan merestuiku, karena perasaanku jujur untukmu. Apa kau bersedia menungguku?"

"Walau pada hari aku menjemputmu, tidak ada yang bisa kupersembahkan padamu. Tiada takhta, tiada harta, hanya cinta dariku."

"Karena aku tahu di ujung cinta ini tidak ada kebahagiaan, tapi aku tetap jatuh ke dalamnya."

Lapis Lazuli

Novel Review: Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa



Judul: Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa
Penulis: Pricsa Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: 31st July 2012
ISBN: 9797805891 (ISBN13: 9789797805890)

Vinter

Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin…. 

Florence

Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri….

-------------------------------------------------------------------

Jadi, menurut Fenny....

Buku ini mendapatkan banyak review positif di Goodreads. Sejujurnya, itulah yang membuat saya tertarik untuk mengambilnya dari rak toko buku. Pasalnya, tidak ada buku yang terbuka dari plastik saat itu, dan saya tahu blurb belakang sampul tidak bisa saya jadikan acuan.

Tapi saya tidak menyesal mengambilnya. Saya membacanya di Hari Minggu, ketika Bandung diguyur hujan dan dilapisi mendung sepanjang hari. Sembari mendengar lagu-lagu dari film Amelie, saya mulai menyusuri halaman-halamannya. Saya kira pada awalnya, cerita ini akan dibawakan dalam setting Rusia, karena matryoshka yang muncul pada kaver depannya. Saya salah, karena dua kota di mana cerita ini terjadi adalah Honfleur dan Paris, keduanya di Perancis.

Seorang gadis bernama Florence melarikan diri ke Honfleur, karena rencana kencan buta yang diadakan oleh orang tuanya di Paris. Pada perjalanannya di kereta ia bertemu dengan seorang lelaki bernama Vinter. Florence yang tasnya rusak dihadiahi sebuah tas oleh Vinter saat itu, dan sebagai gantinya Florence menawarkan diri untuk tampil sebagai seniman. Ia akan datang ke rumah teman Vinter, seorang konduktor sakit-sakitan bernama Zima, untuk memberikan pertunjukkan drama, melukis, dan bermain musik. Lalu dari sana, hubungan Vinter dan Florence pun bertambah dalam.

Sunday, October 7, 2012

Lapis Lazuli




Lapis Lazuli oleh Fenny Wong - COMING SOON

Teaser-nya bisa diunduh dari sini: http://t.co/nVF6br69



Yang ada di antara kita

hanya sentuh, bukan rasa

hanya cium, bukan kata-kata

hanya saat ini, bukan selamanya.




Berkali-kali, Aran dan Lethia dipaksa untuk memilih. Tapi benarkah mereka memiliki pilihan?

Mereka adalah anggota keluarga kerajaan dengan tanggung jawab pada pundak mereka. Hari-hari dalam kehidupan mereka diwarnai dengan pelarian, sayatan pedang, tetesan darah, dan air mata.

Lapis Lazuli adalah kisah tentang cinta dalam peperangan. Tentang bagaimana perasaan sederhana itu bisa muncul pada waktu yang tidak tepat, kepada orang yang sama sekali salah.


------------


Catatan Penulis:

Ikuti blog ini untuk info giveaway Lapis Lazuli. :)
Buku ini sepertinya akan sampai di toko-toko buku terdekat sekitar akhir Oktober 2012.

Untuk saya pribadi, kalau membicarakan tentang Lapis Lazuli, sulit untuk tidak menjadi sentimentil. 

Saya menulis draf awal untuk novel ini bahkan sebelum saya menulis Moonlight Waltz, novel pertama saya. Setelah novel tersebut diluncurkan, saya berhasil menamatkan draf dari Lapis Lazuli ini. Sementara saya menunggu nasib draf saya ini di tangan penerbit-penerbit, saya menulis naskah lainnya, dan dari sanalah lahir Fleur danHanami.

Suatu hari saya bertanya pada diri saya sendiri, apa alasan saya menulis? Jelas saya mengerti, fantasi sebagai genre Lapis Lazuli masih tidak umum. Dominasi market adalah roman kontemporer, dan tentunya lebih mudah menembus pasar dengan roman. Tapi saya tetap menulis dan menyimpan harapan pada Lapis Lazuli. 

Mengapa? 

Tell Me Your Wish




Jadi post ini ditulis dalam rangka mengikuti quiz 'Tell Me Your Wish Oktober' yang diadakan pada blog milik Nana, Reading in the Morning. Dalam kesempatan ini saya boleh memilih buku yang kalau dijumlahkan harganya tidak lebih dari Rp. 120.000,- dan menjabarkan mengapa saya ingin membaca buku-buku itu.

Berhubung karena lagi hot-hotnya di bioskop (bahkan dibuat menjadi dua film yang bersambung), saya jadi tertarik dengan Perahu Kertas. Saya belum pernah membaca seri supernova Dee, karena ketertarikan yang saya sebutkan di atas belum pernah muncul. Tapi untuk Perahu Kertas ini, ketika teman saya yang baru pulang dari bioskop menyebutkan "Banyak tentang Bali-bali-nya." saya jadi tertarik.



Dilihat dari sinopsisnya, tampaknya novel Perahu Kertas ini melibatkan banyak tentang lukisan. Cocok menurut saya dengan latarnya yang di Bali. Seni selalu menarik untuk saya, dan tentu saja ini adalah poin plus. Saya rasanya belum pernah membaca novel yang tokoh utamanya pelukis (kecuali Fairish mungkin, tapi itu tidak dihitung?). Paling jauh adalah menonton film The Picture of Dorian Gray.

Buku lain yang pingin saya baca adalah I For You dari Orizuka. Dengar judulnya saya langsung teringat lagu Luna Sea, hehehe....

Jujur, saya mengira semua novel-novel dari Orizuka bertemakan Korea. Bukannya saya anti-Korea (saya suka Big Bang), tapi saya tidak terlalu menggemari setting tersebut. Terakhir kali saya membaca adalah dalam novel Summer in Seoul milik Ilana Tan, dan saya mendapatinya kurang sreg.

Tapi ketika tahu ternyata Orizuka juga menulis roman-roman latar lokal, saya langsung tertarik. Saya sadar akan hal ini ketika saya membaca With You, duet Gagasmedia antara Orizuka dan Christian Simamora. Di sana Orizuka memaparkan setting Karimunjawa dengan baik, hingga saya pun percaya ia pasti mampu mengolah cerita menarik dengan setting lokal. Maka saya pun mencari tahu, dan saya dibimbing pada kisah I For You ini. Sampulnya yang dihiasi warna ber-tone hangat yang nyaman dipandang mata.




I For You bercerita tentang Cessa dan Benji. Cessa, dari Princessa. Dan mereka kedua populer, seperti pangeran dan putri di sekolahnya. Namun segalanya terusik dengan kemunculan Surya dan Bulan, kakak adik yang tertekan kesulitan ekonomi semenjak orang tua mereka meninggal. Saya berpikir setelah membaca blurb ini, pasti ada alasan I For You begitu beken. Pastinya ini bukan hanya cerita klise tentang anak-anak populer sekolah. Pastinya ada sesuatu yang menyentuh tentang buku ini.

Semoga saya bisa memenangkan kuis Tell Me Your Wish ini, karena saya benar-benar ingin membaca keduanya! ^^

Toko buku online untuk mendapatkan buku-buku di atas:
Perahu Kertas (harga sebelum diskon Rp. 69.000,-)
I For You (harga sebelum diskon Rp. 47.000,-)

Monday, October 1, 2012

Novel Review: The Calling


Judul: The Calling
Penulis: Asrini Mahdia dan Rina Suryakusuma
Penerbit: FOU Media Publisher
Tanggal Terbit: 16 Maret 2010

2 wanita, 2 kehidupan
2 latar belakang yang berbeda
Sasti, mahasiiswi di manchester, Inggris
Elana, wanita cantik yang menjalani hidup dan usahanya di Bali

Kedua Wanita yang tidak pernah mengenal satu sama lain
Sampai garis kehidupan menuntun mereka pada stau persimpangan
Satu titik yang menentukan

Titik dimana mereka menyadari keberadaan satu sama lain dan mulai mencari panggilan yang akan mengubah kehidupan mereka sebelumnya.


-------------------------------------------------------------------


Saya tertarik pada The Calling ketika suatu hari saya mengunjungi blog milik Rina, dan melihat cover dari bukunya yang indah. Karya Azisa Noor, ternyata. Saya sendiri baru sadar saya sudah mengikuti sang pendesign cover di DeviantArt untuk lumayan lama. Dan karena ketertarikan awal saya itu, saya nitip untuk beli The Calling dari salah satu toko di Palasari Bandung. Tampaknya di toko buku Gramedia atau semacamnya sudah agak susah cari judul yang satu ini. Jadi kalau ada yang domisili Bandung dan berminat hunting, Palasari bisa dicoba, atau Palasari online juga bisa.

Jadi novel ini menceritakan tentang kehidupan dua wanita. Elana dan Sasti. Karena novel ini duet dari dua orang penulis, saya menebak salah satunya menulis bagian Elana, dan yang lainnya bagian Sasti. Jalan cerita mereka tidak bersentuhan satu dengan yang lain hingga bagian akhir novel. Di sanalah kejutannya diberikan. Saya mulai sadar akan benang merah yang menghubungkan keduanya, dan agak bisa menebak konklusi ceritanya. Tapi penyampaiannya yang mulus membuat saya menikmati, daripada berkata dalam hati, "Tuh kan, bener kan!" Hehehehe.

Ada berbagai elemen di dalamnya yang membuat saya berpendapat novel ini patut dipuji. Jarang, kan, cerita romance yang mengangkat tema domestic violence? Bukan hanya itu, dalam The Calling juga dicampurkan berbagai aspek, dari kriminalitas, misteri, suspens, hingga apa artinya sebuah kehidupan. Berkali-kali dalam cerita ini tokoh-tokoh utama di dalamnya mengalami kehilangan dan duka. Berkali-kali mereka jatuh, lalu bangkit kembali lagi, baik itu ditarik oleh orang lain atau berdiri sendiri. Di kaver depan buku ini dituliskan "An Unusual Novel", dan saya merasa label itu cocok. 


Yay for unique novels!


Tapi tidak bisa dipungkiri, saya sering mengernyit gemas. Dalam beberapa tempat, terjadi berbagai salah ketik / miss, yang walau remeh, terasa fatal (karena mengganggu kenyamanan membaca). Sebenarnya tahap editing yang teliti bisa mengeliminasi semua ini, but hey, what happened? Ada potongan adegan di mana Sasti bermimpi, yang isinya hanya pengulangan dialog-dialog sebelumnya. Saya langsung skip tanpa membaca ulang. Lalu dalam satu judul bab yang berjudul Empat Bulan Kemudian, ternyata jalan waktu adalah empat tahun kemudian, bukan empat bulan. Lalu ada bagian di mana salah satu bule bertanya dalam Bahasa Inggris, "Who's them?"

Pada kalimat-kalimat langsung di novel ini, tanda baca akhir kalimat menghilang. Lenyap. Kalimat-kalimat tidak ditutup titik, juga tidak ditutup koma. Entah, kalau satu-dua, mungkin adalah miss dari editor, tapi kalau sebanyak ini, apa mungkin kesalahannya dari penulis? Dalam percakapan, saya juga merasa, terlalu banyak digunakan tanda seru sebagai pengakhir kalimat.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...