Saturday, November 12, 2011

Pride and Prejudice: a quick review



I honestly thought there's something wrong with me not to be crazy over this piece of classic like everybody else.....

Yet, this is how I really think of it: it was good, 'agreeable' in Austenian word, but not enough so to make me totally engrossed. I picked it up last holiday and got into it soon after I watched the movie. I've heard about it so much, and the movie was okay, so I thought I would have better pleasure in reading the book. It was almost always that books were better than movie adaptation, no?

But here I am giving the book three stars, I also thought that it was only 'okay'. Forgive me, Austen fans. The first volume of the book bored me, the second one enchanted me enough to make me went through it in a night, the third one was not as great as the second. I confess I fancy Mr. Darcy just like any other woman reading Pride and Prejudice. Elizabeth herself was amiable, and the chemistry between Lizzy and Darcy was one of the most interesting thing in the book. Austen built it slowly and gradually, and as Darcy said, it was not known when it has started, when we're all aware, they're already in the middle of it. I am incapable of finding any romance book that build the chemistry between their couple like in Pride and Prejudice. Though, the slow paced plot and extensive, somewhat irrelevant narration at times bored me, and lured me to put down the book, again and again.

Perhaps I didn't like it as much because it reminded me that our modern life, was just as slow paced and irrelevant.....

Saturday, November 5, 2011

Polaris


Konon bagi setiap penduduk yang menjejak tanah Selatan, mereka pasti tahu nama Arshag. Kerajaan Arshag adalah yang terbesar di sana, dipimpin oleh seorang raja muda yang bengis, Rustam Arshag, pemimpin bangsa Jin Hitam. Untuk mendapatkan kedudukan itu dia mengelabui banyak orang, membunuh saudara-saudara hingga orang tuanya sendiri.
Tapi bukan si raja picik itu yang menjadi tokoh utama cerita kita. Tokoh utama kita adalah putri Sevda Ezdemir dari kerajaan kecil di samping Kerajaan Arshag. Kita akan kembali ke Raja Rustam lagi nanti.
Jangan senang dulu, putri dari kerajaan Ezdemir ini pun sama menyebalkannya. Kerajaan Ezdemir kecil, pusat kekuatan dan perdagangannya bersumber dari Kaktus Merah yang hanya tumbuh di daerah itu. Kelopak dari bunga yang tumbuh di Kaktus Merah sangat langka — Kaktus Merah hanya akan berbunga sekali setahun, dan tidak semua Kaktus Merah berbunga. Kelopaknya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, menawarkan berbagai racun. Sampai sana, adalah rahasia umum.

Saturday, October 15, 2011

Review: Ther Melian #1 Revelation


"Hm... Ther Melian. Sebenarnya saya sudah berencana lama untuk beli buku ini, tapi baru kesampaian waktu bulan September akhir lalu. Saya cari buku ini di Gramedia BSM Bandung, dan setelah hampir menyerah karena nggak ada karyawan yang tahu tempat taruhnya. Waktu saya sudah menyerah menunggu dan mendekati si mas-mas penjaga toko, eh, mata saya nancep di kaver Ther Melian ini. Ketemu! 

Mungkin saya tidak perhatiin buku itu karena bukunya berbeda total dengan yang saya bayangkan. Dalam otak saya ketika saya lihat kavernya di Goodreads atau di tempat lain, saya nggak nyangka ternyata kavernya di print dalam kualitas yang kehologram-holograman seperti ini. Nggak, sama sekali nggak jelek kok. Menambah kesan misterius dan magical, which is good.

Lalu saya sampai di rumah dan membuka bungkusan plastiknya. Saya mulai merasa bayangan saya tentang dalamnya pun akan meleset, dan saya benar. Saya kira Ther Melian itu graphic novel yang punya banyak gambar hampir di setiap halamannya. Mengejutkan, saya disuguhkan dengan novel utuh dengan tulisan penuh, gambar hanya di setiap pembukaan bab. Saya mendesah puas. Toh saya lebih suka yang begini. Lagi-lagi kejutan yang menyenangkan.

Yak, lanjut ke gaya penulisan. Sebenernya gaya penulisannya Shienny, saya udah pernah baca sebelumnya di cerpennya untuk Fanfes 2011. Tapi nggak tahu kenapa saya masih agak shock. Kali ini saya nggak tahu shock saya ini shock yang baik atau bukan. 

Sunday, July 31, 2011

New Project: Selucia - Menjemput Kirana

Hi peeps :d
Jadi akhir-akhir ini aku ngilang. Sebagian alasan karena kuliah yang tugasnya bejibun, alasan lain karena sibuk berkeliaran di GRI dan Kastil Fantasi, berpesta di Fantasy Fiesta 2011.
Tapi baru-baru ini aku nulis cerita baru, dan bakal post prolog nya ini di sini. Kira-kira cerita macam apa yang bisa kamu tebak dari prolog ini? Apa bikin penasaran dan bikin kamu baca sisa ceritanya? I want to know. :D
Judulnya sendiri masih tentatif.
Enjoy.

----------------------------------------


Selucia
Menjemput Kirana



Jari Adella menyusuri wajah familiar di permukaan majalah dalam genggamannya. Ia ragu-ragu untuk membukanya, was-was untuk membaca artikelnya. Tulisan seperti apa yang akan Adella baca? Apa ia akan merengut kesal dengan perlakuan para paparazzi yang semena-mena pada sahabatnya itu? Atau apakah ia akan meratap sedih, bahwa sebenarnya gadis dalam majalah itu hanya sahabatnya— tapi dulu?

Adella memilih urung untuk membukanya, menaruhnya kembali ke rak majalah di kafe itu: membiarkan majalah itu bertemu dengan majalah lain yang berkaver serupa. Ia takut seseorang muncul di belakangnya dan tiba-tiba bertanya, “Bukankah dia yang selalu bersamamu dulu, hingga ia tiba-tiba menandatangani kontrak dengan agensi model Eropa dan meninggalkanmu selamanya?”

Maka Adella tidak bisa tiba-tiba menjawab, “Bukan dia yang meninggalkanku, tapi aku yang meninggalkannya.”

 Atau lebih parah lagi, Adella takut mendapati dirinya sendiri menjawab, “Bukan dia yang meninggalkanku, tapi kalau itu benar, aku ingin ia kembali.”


Sunday, July 17, 2011

Lophelia on Paper

Baca entri cerpenku untuk Fantasy Fiesta 2011, Lophelia, di entri blog ini yang sebelumnya.
Atau mampir ke lapak resminya di Kastil Fantasi.

Done by colored pencil on cartridge paper.
P.S. Aku baru bikin account lagi di DeviantArt. :)

Saturday, July 2, 2011

Fantasy Fiesta 2011

Gerbang sudah dibuka! Baca, nikmati, atau lempar cabe sekali-kali ke cerpen yang kamu pilih.
Atau lompat langsung ke entriku di sana.
Post Lophelia yang naik bulan lalu juga sudah diperbaharui.

Enjoy! :)

Tuesday, June 28, 2011

Review: Norwegian Wood


 

Title: Norwegian Wood
Author: Haruki Murakami
Translated by: Jay Rubin
Copyright © Haruki Murakami 1987
English Translation © Haruki Murakami 2000

I was holding my discount coupon from my bookstore membership and strolling around, searching for something that catches my eye to be my next indulgence. I wanted something a little bit more mature and deep. Then I got across Norwegian Wood by Haruki Murakami.

My version got a cover that didn't exactly scream dark and mature -- a photograph of a couple face to face in the coldness of winter, yet it did give off that gloomy vibe. I didn't suspect it until I flipped the first chapter. Talking about psychological problems, twisted with social culture and political issues, the overall vibe of gloomy conversations and narrations.... I was not prepared, but it didn't strike me as odd. It would be surprising if this award-winning novel by Murakami was about simple love triangle.

The story itself was more of a slice of life (Norwegian Wood usually called as the writer's autobiography, which Murakami denied). It is fascinating to see how Murakami made the life of Toru interesting, the characters linked to one another not by dramatic encounters, but with rather realistic approach. It feels like we're listening to somebody's honest talk about their life, and realize that everybody's life is interesting and unique.

I couldn't make any connection whatsoever to the quiet main character Toru Watanabe, but I found my self getting fond of the character Midori -- which made me laugh so much throughout the book. A comical character in a gloomy novel: so out of place, yet so fresh. The other characters had this depth into them also, every single of them had their quirkiness and flaws, they also were all twisted in some way. It kind of bothered me how Murakami implemented so much psychological problems into the characters though. 

Murakami gave me a lesson on how to portray Japan's culture in words, which I have tried and failed completely. He also showed me how to really build a character, how to add depth into them. But perhaps, the overall theme was a little bit too mature and too dark for the romantic teenager like myself.

Tuesday, June 14, 2011

Ritual Dewa Kematian (FINAL VERSION)

UPDATE: Opsi kedua untuk Fantasy Fiesta 2011, yang pada akhirnya tidak kukirim.
Ini adalah versi final dari cerpen ini, selamat menikmati. :)


---------------------------------------------



Ritual Dewa Kematian







Sebuah cadar putih gading, sebuah replika memori.

Untaian perasaan yang hanya sebatas kekejaman tak tertandingi.

Jika semua permainan yang sudah lalu tidak berarti,

lalu mengapa Tehad Sang Penguasa masih merenungi?







Rasanya begitu lama sejak Hedera terakhir merasakan damai dan bahagia. Padahal ia selalu bahagia ketika Salix masih ada — apapun yang terjadi di sekitar mereka, walaupun seluruh dunia menentang mereka bersama.

Ia bertemu Salix di akhir masa remajanya, dan umur Salix hampir dua kali miliknya. Seluruh desa merasa Hedera adalah gadis yang dibodohi, dan Salix harus diusir karena menginginkan perempuan yang jauh lebih muda darinya untuk dijadikan istri. Tapi kenyataannya, sejak awal Salix menyatakan cinta padanya, Hedera tahu ikatan di antara mereka terus ada.

Tidak ada yang pernah mencintai Hedera seperti Salix mencintainya. Tidak ada yang akan bisa. Maka mereka meninggalkan semuanya yang menentang mereka di desa: yang menyayangi mereka, yang membenci mereka, semua harta benda, semua status pekerjaan... lalu memulai hidup baru, di tengah hutan.

Karena tentangan tetua, mereka tidak pernah benar-benar menikah. Tapi suatu pagi sepulang dari kota, Salix membangunkan Hedera, memintanya membasuh mukanya, kemudian membawanya ke tepi sebuah jurang.


Friday, June 3, 2011

Lophelia (FINAL VERSION)

Ini adalah versi final dari cerita yang kukirim untuk ajang Fantasy Fiesta 2011 yang kubicarakan di post-post sebelumnya. Bergabung di lapak resminya untuk meramaikan Fantasy Fiesta. :)

------------------------

Lophelia


Pertama kali aku melihat Lophelia, ia sudah hampir meninggalkanku selamanya.
Kepalanya terkulai ke samping, helaian-helaian rambut pirang kusam lekat ke keningnya. Napasnya hampir tidak ada, begitu pula dengan jiwanya. Siapa dia, hingga aku harus peduli? Namun tubuhnya terbaring di sana, menghalangi satu-satunya jalan setapak ke arah desa yang kutuju.
Ia tidak membuka kelopak matanya, namun bibirnya yang pecah-pecah dan kering mulai menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Telingaku tidak bisa menangkap bisikan sunyi yang ia utarakan.
Setelah kekalahan dalam perang dengan kerajaan seberang, disusul kudeta dari dalam, kesulitan tambahan apa lagi yang aku perlukan? Aku tidak punya lagi istana untuk aku tinggali, takhta untuk aku duduki, mahkota yang menghiasi kepalaku. Yang tersisa, hanya gunung dan hutan untuk menyembunyikan diri, jenderal-jenderal pengkhianat yang menginginkanku mati, dan badan lemah bersimbah darah menemani.
Tapi aku tetap meraih kantung air minumku, menuangkannya ke dalam bibirnya. Kemudian ia berbisik, suaranya adalah suara termerdu yang pernah kudengar, memiliki notasi-notasi indah yang tidak cocok dengan rintihannya.
“Biarkan aku mati,” pintanya.


Saturday, May 21, 2011

Hello, What Are You Doing?

Hehehe.... Update pertama setelah rentetan update untuk Lapis Lazuli.

Ada hal yang ingin aku share tentang Lapis Lazuli. Seperti yang telah aku beri tahu di post yang pertama, alasan aku mengepost Lapis Lazuli di blog ini adalah, honestly, aku sudah mempasrahkan ide tentang menerbitkan naskah itu. Aku ingin lebih banyak orang membaca, dan daripada membiarkan Lapis Lazuli bertelur dan berlumut di dalam hard drive, aku memutuskan untuk mengepost nya di blog. Dan sekarang, setelah aku mengepost semua ceritanya di sini secara lengkap, aku mulai berpikir untuk menerbitkannya sebagai ebook gratis, sehingga jangkauan pembaca bisa lebih luas lagi.

Tapi percakapan yang aku miliki dengan rekan-rekan di Goodreads baru-baru ini membuatku berpikir lebih lanjut tentang ide itu. Jika aku telah publish sebagai ebook sebagai gratis, aku berarti telah benar-benar menyerah untuk menerbitkan.Sekarang belum terlambat untuk diterbitkan, walaupun sudah seluruh cerita bisa diakses di blog ini. Tapi suatu hari mungkin ada penerbit yang tertarik, siapa tahu? Dan menerbitkannya sebagai ebook seakan mematikan kesempatan itu untuk muncul.

Aku sendiri tidak yakin akan apa yang aku inginkan, ke mana arah yang ingin kubawa dengan Lapis Lazuli. Sekarang, aku masih berpikir.

Anyway, tentang judul post, 'What are You Doing?' mungkin sebagian besar karena aku ingin mempromosikan blogku yang lain di sini:

Oke, jadi hari-hariku diisi dengan kuliah ala Spartan. Tapi bukan berperang, tapi menjahit. Hahahahhaa... Fashion can be very interesting to anyone, so you can take a look at my blog over there. Isinya semua hasil karyaku. Updateku di blog ini memang mungkin sangat pelan, tapi mungkin itu karena aku sering pindah-pindah antara blog ini dan yang satunya. (Kerjaanku memang antara jahit dan nulis doang, hahahaha)


Tentang kehidupan menulis, di akhir semester nanti ada libur kosong sekitar 5 harian, aku pingin memaksimalkan untuk memoles ceritaku untuk Fantasy Fiesta 2011. Dalam waktu dekat, aku akan post di sini untuk beta reading, aku juga mungkin membuat beberapa alternatif cerpen untuk dikirim. Ditunggu, ya. :)

Tuesday, April 5, 2011

Friendship

"You must remember, family is often born of blood, but it doesn't depend on blood. Nor is it exclusive of friendship. Family members can be your best friends, you know. And best friends, whether or not they are related to you, can be your family."
From The Mysterious Benedict Society by Trenton Lee Stewart


Menurutku di dunia ini ada tiga pendekatan yang bisa dimiliki seseorang tentang teman.

Yang pertama: orang yang memiliki teman, dan menghargai teman itu (atau mungkin sampai menganggap mereka seperti family, seperti yang dijabarkan di dalam quote di atas). 

Tipe paling naas, menurutku. Mengapa? Karena jenis orang seperti ini jarang, dan jika kau adalah orang jenis pertama, temanmu itu belum tentu orang jenis pertama juga. Dan kalau temanmu adalah jenis kedua atau jenis ketiga, maka kemungkinan paling besar, mereka tidak menganggapmu keluarga seperti kamu menganggap mereka keluarga.

Tipe seperti ini mudah percaya pada orang lain, dan kemungkinan besar juga dekat dengan keluarga, menganggap keluarga sebagai teman sendiri. Jika tidak dekat dengan keluarga, mereka malah akan tambah dekat dengan teman-teman mereka, sangat dekat hingga kalau dikecewakan, mungkin akan berubah menjadi tipe kedua.


Thursday, March 24, 2011

quote of the week 3.4

"You just hold your head high and keep those fists down. No matter what anybody says to you, don't you let 'em get your goat. Try fightin' with your head for a change.
-Atticus Finch "
— Harper Lee (To Kill a Mockingbird)

Pretty damn good book. No wonder they make the students in school read this.

Thursday, March 17, 2011

Menulis romans untuk Children Fiction, bedakah?

Seperti yang sudah aku bahas di post yang memuat quote dari The Tale of Despereaux, sebelumnya aku terbius oleh seri The Series of Unfortunate Events. Sebelumnya aku sempat membaca To Kill a Mockingbird, yang juga ditulis dari sudut pandang anak kecil walau bukan buku anak-anak, dan mulai tertarik dengan semua ini: children fiction.

Apa yang membuat menulis untuk anak-anak begitu berbeda dengan menulis untuk target pembaca lain?


Tuesday, March 15, 2011

quote of the week 3.3

There is nothing sweeter in this sad world than the sound of someone you love calling your name.
- Kate diCamillo in The Tale of Despereaux



Buku ini bagus. Walaupun aku mungkin bisa protes bagaimana buku ini terlalu tipis untuk memuaskan keinginan bacaku, tapi cerita pendek yang ditawarkan The Tale of Despereaux sudah bisa membuatku berimajinasi tentang kastil-kastil dan putri cantik, dungeon gelap yang penuh mayat, bau busuk, serta tikus got, dan juga tentang pahlawan kita si tikus kecil yang sakit-sakitan, Despereaux.

Di balik semua kesimpelan dari The Tale of Despereaux, Kate DiCamillo menyelipkan moral-moral di dalamnya. Karakter-karakter di dalam buku ini kebanyakan abu-abu --- tidak biasa untuk fairytale yang lebih ditujukan untuk anak-anak. Despereaux mengajarkan bagaimana perbedaan, sebagaimana pun tidak diterima oleh masyarakat dan orang-orang di sekitarmu, tidak selalu buruk. Malah, perbedaan dalam dirimu itu yang biasanya eventually saves the day.

"The world is dark, and light is precious.
Come closer, dear reader.
You must trust me.
I am telling you a story."

Monday, March 7, 2011

quote of the week 3.2

Fate is like a strange, unpopular restaurant filled with odd little waiters who bring you things you never asked for and don't always like.
- Lemony Snicket in Series of Unfortunate Events

Series of Unfortunate Events is a really, REALLY, good series. Personally I love it better than Harry Potter. Try reading it! :)

Tuesday, March 1, 2011

quote of the week 3.1

"Trying to be the best takes you further, but doing your best takes you furthest."

-- Fenny Wong

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...