Sunday, August 22, 2010

Arrakis

Jadi ini cerpen yang kutulis untuk Fantasy Fiesta 2010. Though, di last minute, I decided not to participate. Tapi eniwei, aku tetep post di sini, menyemarakkan Fantasy Fiesta. Moga-moga tahun depan bisa mengumpulkan keberanian dan ikut! :)

Enjoy.

-------------------------------------------------------



ARRAKIS



Hal yang paling tidak boleh kulakukan adalah berharap. Walaupun harapan itu tampak begitu dekat untuk menjadi kenyataan, tetapi dalam hidup ini, aku lebih sering dikecewakan. Setiap kalimat yang keluar dari bibir lelaki yang kini memelukku dari belakang itu adalah harapan. Itu berarti, aku harus sadar bahwa setiap harapan dari kalimatnya itu akan menjadi janji-janji palsu belaka.
Orang-orang bilang, jika takdirmu lumayan, kau akan menjadi pemilik kedai kecil yang akan menutup usahanya di sore hari dan menghitung penghasilan di malam hari. Jika takdirmu baik, kau akan bertemu jenderal dan ia akan menikahimu, dan seumur hidup kau akan hidup dari penghargaan kerajaan kepadanya, walaupun kau akan sangat jarang bertemu dengannya karena perang. Jika takdirmu amat sangat baik, mungkin kau akan bisa hidup di kastil mewah di Kitala, dengan satu sisi menghadap ke laut dan sisi lainnya menghadap pepohonan hijau. Dayang-dayang akan mengurus dan membersihkan setiap jengkal lantai kastilmu dengan sukacita, karena mereka hidup berkecukupan. Kau dan suamimu akan dibicarakan orang-orang. Putramu akan dielu-elukan gadis-gadis, dan putrimu akan menjadi perebutan pangeran-pangeran.
Sebagai penari di rumah hiburan, mereka berkata, aku memiliki takdir terburuk dari yang buruk. Berharap adalah salah satu pantangan bagi mereka yang bertakdir buruk. Tapi takdir adalah perangkap: kita tidak bisa meminta, kita tidak bisa mengubah. Apa yang tersisa adalah menjalani.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...